Categories

Social Media

TikTok Luncurkan Jump, Fitur Baru untuk Menjadikan Video Lebih Interaktif

Jump adalah tautan menuju ke aplikasi atau layanan pihak ketiga yang bisa ditambatkan langsung ke video, tidak perlu lagi trik "link in bio"

Glenn Kaonang - 22 June 2021

Dalam waktu dekat, video-video di TikTok bakal terasa semakin interaktif ketimbang sebelumnya. TikTok baru saja mengumumkan Jump, sebuah fitur yang memungkinkan kreator untuk menyematkan tautan menuju sejumlah layanan pihak ketiga pada video unggahannya.

Layanannya tentu disesuaikan dengan konteks masing-masing video. Sebagai contoh, sebuah video panduan memasak dapat mengemas tautan menuju ke resep lengkap masakannya yang ada di layanan Whisk. Contoh lainnya, sebuah video panduan latihan pernapasan dapat mengemas tautan menuju ke Breathwrk agar penonton bisa langsung mempraktikkan teknik baru yang dipelajarinya.

TikTok Jump sebenarnya sudah menjalani tahap beta testing sejak bulan Februari lalu. Berhubung sudah diluncurkan secara resmi, sekarang semua pengguna TikTok pun sudah bisa melihat dan berinteraksi dengan beragam Jump yang tersematkan pada video. Meski begitu, sejauh ini yang dapat menambatkan Jump ke videonya baru sejumlah kreator terpilih saja.

Dengan dirilisnya Jump ke publik, TikTok pun mengajak kalangan developer untuk mengintegrasikan aplikasi maupun layanannya ke platform baru ini. Dengan memanfaatkan HTML5, TikTok menjanjikan proses integrasi yang mudah sekaligus kompatibilitas yang sangat luas.

Sejauh ini, penyedia aplikasi dan layanan pihak ketiga yang sudah tercantum sebagai mitra TikTok untuk Jump mencakup Whisk, Breathwrk, Wikipedia, Quizlet, StatMuse, Tabelog, dan dalam beberapa minggu ke depan BuzzFeed, Jumprope, IRL, dan WATCHA. Jumlah dan variasinya tentu bakal terus bertambah seiring dibukanya program ini ke kalangan developer.

Dari sisi kreator, proses menyematkan Jump ke video pun juga terkesan sangat mudah. Mereka hanya perlu mengklik opsi “Add link”, lalu memilih dari daftar layanan pihak ketiga yang tersedia. Berkat Jump, kreator pada dasarnya tidak perlu lagi mengandalkan trik “link in bio”, dan bisa langsung menyertakan ‘aplikasi mini’ pada videonya.

Kreator yang belum kebagian jatah Jump diharap bersabar karena TikTok bakal memperluas ketersediaannya secara perlahan; kemungkinan selagi menunggu lebih banyak aplikasi maupun layanan pihak ketiga yang terintegrasi, sehingga pada akhirnya bisa meng-cover lebih banyak kategori video.

Sumber: TikTok.

Dailysocial.id is a news portal for startup and technology innovation. You can be a part of DailySocial.id`s startup community and innovation members, download our tech research and statistic reports, and engage with our innovation community.

Sign up for our
newsletter

Subscribe Newsletter